MUTIARA HIKMAH IMAM SYAFI'I
Mutiara Hikmah Imam Syafi'i
طَلَبُ الْعِلْمِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِالنَّا فَةِ
Mencari ilmu lebih utama dari pada shalat sunnah.
( Mutiara Hikmah Imam Syafi'i)
وَمَنْ لَمْ يَذُ قْ مُرَّالتَّعَلُّمِ سَا عَةً تَجَزَعَ ذُلَّ الْجَلِ طُوْلَ حَيَا تِهِ
Orang yang tak mau mencicipi pahitnya mencari ilmu walau sesaat, ia akan menenggak hinanya kebodohan sepanjang hayat ( Imam Syafi'i)
الْعَا لِمُ يُسْأُلُ عَمَّا يَعْلَمُ وَعَمَّا لاَ يَعْلَمُ فَيُشَبِتُ مَايَعْلَمُ، وَيَتَعَلَّمُ مَالاَيَعْلُمُ وَا لْجَا هِلُ يَغْضَبُ مِنَ التَّعَلُمِ ، وَ يَأ نَفُ مِن التَّعْلِيْمِ
Orang pandai akan ditanya tentang hal yang ia tahu dan hal yang tak ia tahu, ia akan membuktikan apa yang ia tahu dan akan mempelajari apa yang ia tak tahu. Sedangkan orang bodoh....ia menolak mencari tahu dan enggan memberi tahu ( Imam Syafi'i)
عِلْمِيْ مَعِيْ حَيْشُمَايَمَمْتُ يَنْفَعُنِِيْ * قَلْبِيْ وِ عَا ءٌ لَهُ لاَ بَطنُ صُنْدُوْقِ إِنْ كُنْتَ فِى ا لْبَيْتِ كَا نَ الْعِلْمُ فِيْهِ مَعِيْ أَ وْكُنْتَ فِيْ السُّو ْ قِ كَا نَ الْعِلْمُ فِ السُّوْ قِ
Ilmuku selalu bersamaku dan berguna kemanapun aku pergi. Ia termuat di hati, bukan di dalam laci. Saat aku di rumah, ilmu bersamaku. Atau,ketika aku di pasar, ia pun ikut ke pasar ( Imam Safi'i)
الِْعلْمُ مُرُوْءَةُ مَنْ لاَ مُرُوْءَةَ لَهُ
Ilmu adalah kehormatan diri bagi orang yang tak punya kehormatan diri.
( Imam Safi'i)
الْعَا قِلُ مَنْ عَقَلَهُ عَقْلُهُ عَنْ كُلِّ مَذْ مُوْمٍ :
Orang yang cerdas ialah yang dicegah oleh akalnya dari segala hal yang tercela ( Imam Safi'i)
Orang yang cerdas ialah yang dicegah oleh akalnya dari segala hal yang tercela ( Imam Safi'i)
تَعَلَّمْ فَلَيْسَ اْلَمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا * وَلَيْسَ أَ خُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ
Belajarlah! Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan pandai. Orang berilmu tidaklah sama dengan orang bodoh.
وَإنَّ كَبِيْرُ الْقَوْ مِ لاَ عِل مَ عِنْدَ ٥ُ *صَغِيْرٌ إِذَاا لْتَفَتْ عَلَيْهِ الجَحَا فِلُ
Sesungguhnya pembesar suatu kaum yang tidak berilmu itu nampak kecil apabila berada padanya suatu kumpulan. ( Imam Safi'i)
وَإِنَّ صَغِيرَ الْقَوْمِ إِنْ كَا نَ عَا لِمًا * كَبِيْرٌ إِذَارُدَّ تْ إِلَيْهِ الْمَحَا فِلُ
Sedangkan rakyat kecil yang berilmu tampak besar kala tampil dalam berbagai pertemuan. ( Imam Safi'i)
وَدِدْ تُ أَنَّ كُلَّ عِلْمٍ أُعَلِِّمُهُ تَعَلَّمَهُ النَّا سُ، أُوْ جَرُ عَلَيْهِ وَلاَ يَحمَدُ وْنِيْ
Aku ingin seluruh ilmu yang kuajarkan dapat dipelajari oleh orang orang. Aku diberi pahala karenanya, namun mereka tidak usah memujiku ( Imam Safi'i)
شَكَوْ تُ إِلىَ وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْضِيْ * فأَ رْشَدَ نِيْ إِلَى تَرْكِ اْمَعَا صِيْ
Aku mengadu kepada Waki' tentang hafalanku yang buruk. Ia menasehatiku agar aku meninggalkan maksiat.(Mutiara Hikmah Imam Safi'i)
وَأَخْبَرَ نِيْ بِأَ نَّ العِلْمِ نُوْ رٌ * وَ نُوْرُاللهِ لاَ يُهْدَى لِعَا صيْ
Ia memberitahuku bahwa ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tak diberikan kepada pelaku maksiat.( Imam Safi'i)
فَإِ نَّ ا لْجَهْلَ وَا ضِعُ كُلِّ عَا لٍ وَإِ نَّ الْعِلْمَ رَافِعُ كُلِّ خَامِلْ
Kebodohan merendahkan setiap yang luhur, pengetahuan mengangkat setiap yang tersembunyi
( Imam safi'i)
إِ نَّمَا الْعِلْمُ عَمِيْقٌ بَحْرُ هُ فَخُذُ وْامِنْ كُلِّ شََيْ ءٍ أَ حْسَنَهْ
Ilmu adalah lautan dalam,Ambilah yang terbaik saja dari setiap sesuatu
( Imam Safi'i)
تَعَلَّمْ كُلَّ يَوْ مٍ حَرْفَ عِلْمٍ تَرَالْجُهَّالَ كُلَّهُمْ حَمِيْرَا
Belajarlah setiap hari satu huruf ilmu,kau akan melihat semua orang bodoh tak ubahnya keledai. ( Imam Safi'i)
إِذَأَرَادَا لْكَلَا مَ فَعَلَيْهِ أَنْ يُفَكِرَ قَبْلَ كَلَا مِهِ، فَإِ نْ ضَهَرَ تْ الْمَصْلَحَةُ تَكَلَّمَ وَإِ شَكَ لَمْ يَتَكلَّمْ حَتّّى تَضْهَرَ
Bila ingin berbicara,berpikirlah dahulu. Jika nyata adanya maslahat, bicaralah.Jika masih ragu,diamlah hingga jelas masalahnya ( Imam Safi'i)
أَ حْسَنُ الْاِ حْتِجَا جِ مَا أَشْرَ قَتْ مَعَا نِيهِ ، وَأَحْكََمَتْ مَبَا نِيْهِ ، وَابْتَحَجَتْ لَهُ قُلُوْبُ سَا مِعِيهِ
Argumentasi terbaik adalah yang subtansinya cemerlang, strukturnya kukuh, dan orang-orang senang mendengarnya ( Imam Safi'i)
رَأَيْتَ الْعِلْمَ صَا حِبُهَ كَرِ يْمٌ وَلَوْ وَلَدَ تْهُ آبَا ءٌ لِنَا مُ، وَلَيْسَى يَزَالُ يَرْ فَعُهُ إِلَى أَ نْ يُعَضِّمَ أَمْْرَ٥ُ الْقَوْ مُ الْكِرَامُ ، وَيَتَّبِعُوْنَهُ فِيْ كُلِّ حَلٍ ، كَرَ اعِى الضَّأْ نِ تَتْبَعُهُ السَّوَا مُ، فَلَوْ لاَالْعِلْمُ مَا سَعِدَ تْ رِجَا وَلاَ عُرِفَ الْحَلَا لُ وَلا الْحَرَا
Kulihat pemilik ilmu tampak mulia, meskipun dilahirkan oleh orang tua orangtua hina. (Imam
شَكَوْ تُ إِلىَ وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْضِيْ * فأَ رْشَدَ نِيْ إِلَى تَرْكِ اْمَعَا صِيْ
Aku mengadu kepada Waki' tentang hafalanku yang buruk. Ia menasehatiku agar aku meninggalkan maksiat.(Mutiara Hikmah Imam Safi'i)
وَأَخْبَرَ نِيْ بِأَ نَّ العِلْمِ نُوْ رٌ * وَ نُوْرُاللهِ لاَ يُهْدَى لِعَا صيْ
Ia memberitahuku bahwa ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tak diberikan kepada pelaku maksiat.( Imam Safi'i)
فَإِ نَّ ا لْجَهْلَ وَا ضِعُ كُلِّ عَا لٍ وَإِ نَّ الْعِلْمَ رَافِعُ كُلِّ خَامِلْ
Kebodohan merendahkan setiap yang luhur, pengetahuan mengangkat setiap yang tersembunyi
( Imam safi'i)
إِ نَّمَا الْعِلْمُ عَمِيْقٌ بَحْرُ هُ فَخُذُ وْامِنْ كُلِّ شََيْ ءٍ أَ حْسَنَهْ
Ilmu adalah lautan dalam,Ambilah yang terbaik saja dari setiap sesuatu
( Imam Safi'i)
تَعَلَّمْ كُلَّ يَوْ مٍ حَرْفَ عِلْمٍ تَرَالْجُهَّالَ كُلَّهُمْ حَمِيْرَا
Belajarlah setiap hari satu huruf ilmu,kau akan melihat semua orang bodoh tak ubahnya keledai. ( Imam Safi'i)
إِذَأَرَادَا لْكَلَا مَ فَعَلَيْهِ أَنْ يُفَكِرَ قَبْلَ كَلَا مِهِ، فَإِ نْ ضَهَرَ تْ الْمَصْلَحَةُ تَكَلَّمَ وَإِ شَكَ لَمْ يَتَكلَّمْ حَتّّى تَضْهَرَ
Bila ingin berbicara,berpikirlah dahulu. Jika nyata adanya maslahat, bicaralah.Jika masih ragu,diamlah hingga jelas masalahnya ( Imam Safi'i)
أَ حْسَنُ الْاِ حْتِجَا جِ مَا أَشْرَ قَتْ مَعَا نِيهِ ، وَأَحْكََمَتْ مَبَا نِيْهِ ، وَابْتَحَجَتْ لَهُ قُلُوْبُ سَا مِعِيهِ
Argumentasi terbaik adalah yang subtansinya cemerlang, strukturnya kukuh, dan orang-orang senang mendengarnya ( Imam Safi'i)
رَأَيْتَ الْعِلْمَ صَا حِبُهَ كَرِ يْمٌ وَلَوْ وَلَدَ تْهُ آبَا ءٌ لِنَا مُ، وَلَيْسَى يَزَالُ يَرْ فَعُهُ إِلَى أَ نْ يُعَضِّمَ أَمْْرَ٥ُ الْقَوْ مُ الْكِرَامُ ، وَيَتَّبِعُوْنَهُ فِيْ كُلِّ حَلٍ ، كَرَ اعِى الضَّأْ نِ تَتْبَعُهُ السَّوَا مُ، فَلَوْ لاَالْعِلْمُ مَا سَعِدَ تْ رِجَا وَلاَ عُرِفَ الْحَلَا لُ وَلا الْحَرَا
Kulihat pemilik ilmu tampak mulia, meskipun dilahirkan oleh orang tua orangtua hina. (Imam
ilmu senantiasa mengangkat derajat pemiliknya, hingga kaum yang mulia pun menghormatinya.
Mereka mengikutinya pada setiap kondisi,seperti penggembala domba yang diikuti ternaknya.
Andai bukan karena ilmu,niacaya orang orang takkan bahagia. Halal dan haram pun tak ada yang mengetahuinya (Imam Safi'i)


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda